Kamis, 13 Oktober 2016

PENG.TEKNOLOGI SISTEM CERDAS 

"MENGANILISIS SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER"

KELOMPOK :
1.Annazma ghazalba
2.Fathur nurikhsan
3.M. fauzan setiaji
4.Melinda novianti
5.Rezal wahyu
6.Rossalia ertiwidya

Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (Expert System) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Untuk pembangun sistem yang seperti itu maka komponen-komponen dasar yang minimal harus dimiliki adalah sebagai berikut:
1. Antar muka (user interface),
2. Basis pengetahuan (knowledge base), ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu:
  1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning) pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan.
  2. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning) pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada).
3. Mesin inferensi (Inference Engine), ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu:
  1. Forward Chaining (Pelacakan ke depan)
Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu).Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji hipotesis.
  1. Backward Chaining (Pelacakan ke belakang)
Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut, harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.

  • Pembahasan jurnal tentang sistem diagnosa penyakit pencernaan : 

        Dalam jurnal tersebut untuk mendiagnosa penyakit saluran pencernaan menggunakan dengan menggunakan metode Dempster Shafer bahasa perograman Microsoft Visual Basic 6.0.
  • Teori Dempster Shafer
Secara umum teori Dempster Shafer ditulis dalam suatu interval:
[Belief, Plausibility] (1)Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan preposisi. Jika bernilai (nol) maka mengidentifikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian [2]. Plausibility (Pl) dinotasikan sebagai :
Pl(s) = 1 – Bel(¬s) (2)
Plausibility juga bernilai 0 sampai 1. Jika kita yakin akan ¬s, maka dapat dikatakan bahwa Bel(¬s)=1, dan Pl(¬s)=0. Pada teori Dempster Shafer kita mengenal adanya frame of discernment yang dinotasikan dengan θ. Frame ini merupakan semesta pembucaraan dari sekumpulan hipotesis.
Tujuan kita adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen θ. Tidak semua evidence secara langsung mendukung tiap-tiap elemen. Sebagai contoh, panas mungkin hanya mendukung {F,B,D}.
Untuk itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas (m). Nilai m tidak hanya mendefinisikan elemen-elemen θ saja, namun juga semua subset-nya. Sehingga jika θ berisi n elemen, maka subset dari θ semuanya berjumlah 2n . Kita harus menunjukkan bahwa jumlah semua m dalam subset θ sama dengan 1. Andaikan tidakada informasi apapun untuk memilih keempat hipotesa tersebut, maka nilai:
m{ θ } = 1,0
Jika kemudian diketahui bahwa panas merupakan gejala dari flu, demam, dan bronkitis dengan m = 0,8, maka:
m{F,D,B} = 0,8
m{ θ } = 1 – 0,8 = 0,2
Andaikan diketahui X adalah subset dari θ, dengan m1 sebagai fungsi densitasnya, dan Y juga merupakan subset dari θ dengan m2 sebagai fungsi densitasnya, maka kita dapat membentuk fungsi kombinasi m1 dan m2 sebagai m3, yaitu:

Analisis kebutuhan sistem yang akan dirancang disesuaikan dengan analisis kebutuhan user. Analisis kebutuhan sistem meiputi:
  1. Data masukan (input)
Data masukan yang diperlukan data penyakit, gejala penyakit, penyebab, solusi, aturan gejala, aturan penyebab, dan aturan solusi dari penyakit. Sistem yang dibutuhkan untuk spesifikasi data masukan (input):
  1. Data penyakit diperlukan karena merupakan inti dari pengetahuan yang akan digunakan sebagai tujuan pendiagnosaan. Pada data penyakit juga disertai definisi dari penyaki.
  2. Data gejala merupakan data yang akan dipilih oleh user sebagai inputan ke sistem. Pada data gejala juga disertai dengan nilali probabilitas dari gejala tersebut.
  3. Data penyebab merupakan data yang berisi penyebab penyakit.
  4. Data solusi merupakan, data yang berisi solusi penyakt.
  5. Data aturan gejala merupakan data aturan relasi dari gejala-gejala dengan suatu penyakit.
  6. Data aturan penyebab, merupakan data aturan relasi dari penyebab-penyebab dengan suatu penyakit.
  7. Data aturan solusi merupakan, data aturan relasi dari solusi-solusi dengan suatu penyakit
  1. Data keluaran (output)
Sistem yang dirancang dapat memberikan output berupa:
  1. Dapat menampilkan kemungkinan penyakit dari hasil diagnosis.
  2. Dapat menampilkan nilai persentase penyakit.
  3. Dapat menampilkan penyebab dan solusi sesuai dengan penyakit hasil diagnosis.
  1. Proses
Data yang akan diproses menjadi hasil diagnosis bermula ketika user memilih gejala yang dirasakan, gejala tersebut akan diproses oleh sistem dengan pelacakan forward chaining berdasarkan dengan metode Dempster Shafer untuk menemukan penyakit yang diderita oleh pasien. Metode ini akan membandingkan tiap gejala dengan penyakit yang ada dan menghitung kepastiannya sampai diperoleh nilai yang tertinggi yang merupakan hasil diagnosa. Hasil proses berupa diagnosa nama penyakit yang kemungkinan diderita pasien (user) dengan nilai persentase nilai kepastian penyakit tersebut.

Opini :
Menurut kami untuk meningkatkan program analisa penyakit saluran pencernaan diperlukan penataan struktur program berdasarkan tuntutan kebutuhan program tersebut.
Program ini juga masih banyak kekuranganya dan masih perlu ditingkatkan lagi untuk kebutuhan program berikutnya. bagi yang berminat membuat program ini dapat menggunakan pendekatan output, yaitu mengukur banyaknya inputan yang masuk berdasarkan ketepatan dalam analisa dan tingkat kepuasan masyarakat.
Untuk meningkatkan kinerja program ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karna program ini sangat di butuhkan orang banyak dan menolong mereka mendeteksi penyakit mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar