PENG.TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
"MENGANILISIS
SISTEM
PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN
METODE DEMPSTER
SHAFER"
KELOMPOK :
1.Annazma ghazalba
2.Fathur nurikhsan
3.M. fauzan setiaji
4.Melinda novianti
5.Rezal wahyu
6.Rossalia ertiwidya
1.Annazma ghazalba
2.Fathur nurikhsan
3.M. fauzan setiaji
4.Melinda novianti
5.Rezal wahyu
6.Rossalia ertiwidya
Sistem
Pakar
Secara
umum, sistem pakar (Expert
System) adalah sistem
yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan
oleh para ahli. Untuk pembangun sistem yang seperti itu maka
komponen-komponen dasar yang minimal harus dimiliki adalah sebagai
berikut:
1.
Antar muka (user
interface),
2.
Basis pengetahuan
(knowledge base),
ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan,
yaitu:
- Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning) pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan.
- Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning) pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada).
3.
Mesin inferensi
(Inference Engine),
ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu:
- Forward Chaining (Pelacakan ke depan)
Pencocokan fakta atau pernyataan
dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu).Dengan kata lain,
penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji hipotesis.
- Backward Chaining (Pelacakan ke belakang)
Pencocokan fakta atau pernyataan
dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain,
penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji
kebenaran hipotesis tersebut, harus dicari fakta-fakta yang ada dalam
basis pengetahuan.
- Pembahasan jurnal tentang sistem diagnosa penyakit pencernaan :
Dalam
jurnal tersebut untuk mendiagnosa penyakit saluran pencernaan
menggunakan dengan menggunakan metode Dempster Shafer bahasa
perograman Microsoft Visual Basic 6.0.
- Teori Dempster Shafer
Secara
umum teori Dempster Shafer ditulis dalam suatu interval:
[Belief,
Plausibility] (1)Belief
(Bel) adalah ukuran
kekuatan evidence
dalam mendukung suatu
himpunan preposisi. Jika bernilai (nol) maka mengidentifikasikan
bahwa tidak ada evidence,
dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian [2]. Plausibility
(Pl) dinotasikan
sebagai :
Pl(s)
= 1 – Bel(¬s) (2)
Plausibility
juga bernilai 0 sampai 1. Jika kita yakin akan ¬s, maka dapat
dikatakan bahwa Bel(¬s)=1, dan Pl(¬s)=0. Pada teori Dempster Shafer
kita mengenal adanya frame of discernment yang dinotasikan dengan θ.
Frame ini merupakan semesta pembucaraan dari sekumpulan hipotesis.
Tujuan
kita adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen θ. Tidak
semua evidence secara
langsung mendukung tiap-tiap elemen. Sebagai contoh, panas mungkin
hanya mendukung {F,B,D}.
Untuk
itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas (m). Nilai m tidak
hanya mendefinisikan elemen-elemen θ saja, namun juga semua
subset-nya. Sehingga jika θ berisi n elemen, maka subset dari θ
semuanya berjumlah 2n . Kita harus menunjukkan bahwa jumlah semua m
dalam subset θ sama dengan 1. Andaikan tidakada informasi apapun
untuk memilih keempat hipotesa tersebut, maka nilai:
m{
θ } = 1,0
Jika
kemudian diketahui bahwa panas merupakan gejala dari flu, demam, dan
bronkitis dengan m = 0,8, maka:
m{F,D,B}
= 0,8
m{
θ } = 1 – 0,8 = 0,2
Andaikan
diketahui X adalah subset dari θ, dengan m1 sebagai fungsi
densitasnya, dan Y juga merupakan subset dari θ dengan m2 sebagai
fungsi densitasnya, maka kita dapat membentuk fungsi kombinasi m1 dan
m2 sebagai m3, yaitu:
Analisis
kebutuhan sistem yang akan dirancang disesuaikan dengan analisis
kebutuhan user. Analisis kebutuhan sistem meiputi:
- Data masukan (input)
Data masukan yang diperlukan data penyakit, gejala penyakit,
penyebab, solusi, aturan gejala, aturan penyebab, dan aturan solusi
dari penyakit. Sistem yang dibutuhkan untuk spesifikasi data masukan
(input):
- Data penyakit diperlukan karena merupakan inti dari pengetahuan yang akan digunakan sebagai tujuan pendiagnosaan. Pada data penyakit juga disertai definisi dari penyaki.
- Data gejala merupakan data yang akan dipilih oleh user sebagai inputan ke sistem. Pada data gejala juga disertai dengan nilali probabilitas dari gejala tersebut.
- Data penyebab merupakan data yang berisi penyebab penyakit.
- Data solusi merupakan, data yang berisi solusi penyakt.
- Data aturan gejala merupakan data aturan relasi dari gejala-gejala dengan suatu penyakit.
- Data aturan penyebab, merupakan data aturan relasi dari penyebab-penyebab dengan suatu penyakit.
- Data aturan solusi merupakan, data aturan relasi dari solusi-solusi dengan suatu penyakit
- Data keluaran (output)
Sistem yang dirancang dapat
memberikan output
berupa:
- Dapat menampilkan kemungkinan penyakit dari hasil diagnosis.
- Dapat menampilkan nilai persentase penyakit.
- Dapat menampilkan penyebab dan solusi sesuai dengan penyakit hasil diagnosis.
- Proses
Data yang akan diproses menjadi
hasil diagnosis bermula ketika user
memilih gejala yang
dirasakan, gejala tersebut akan diproses oleh sistem dengan pelacakan
forward chaining
berdasarkan dengan
metode Dempster Shafer
untuk menemukan
penyakit yang diderita oleh pasien. Metode ini akan membandingkan
tiap gejala dengan penyakit yang ada dan menghitung kepastiannya
sampai diperoleh nilai yang tertinggi yang merupakan hasil diagnosa.
Hasil proses berupa diagnosa nama penyakit yang kemungkinan diderita
pasien (user)
dengan nilai persentase nilai kepastian penyakit tersebut.
Opini
:
Menurut kami untuk meningkatkan program analisa penyakit saluran
pencernaan diperlukan penataan struktur program berdasarkan
tuntutan kebutuhan program tersebut.
Program ini juga masih banyak kekuranganya dan masih perlu
ditingkatkan lagi untuk kebutuhan program berikutnya. bagi yang
berminat membuat program ini dapat menggunakan pendekatan output,
yaitu mengukur banyaknya inputan yang masuk berdasarkan ketepatan
dalam analisa dan tingkat kepuasan masyarakat.
Untuk meningkatkan kinerja program ini perlu diadakan penelitian
lebih lanjut, karna program ini sangat di butuhkan orang banyak dan
menolong mereka mendeteksi penyakit mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar