Senin, 28 Mei 2018

3rd Assigment

"Embedded Question"

         Dalam bahasa inggris, embedded question is part of a statement, use a period and not a question mark at the end of the sentence. Also, if the question is in the present or past simple verb tense, omit the auxiliary verbs do, does, and did and change the verb to its appropriate form.
Dalam bahasa indonesia, Embedded question merupakan pertanyan yang berupa WH-question atau yes no question yang berada dalam sebuah pernyataan.
Embedded question digunakan untuk menyatakan sebuah pertanyaan seperti berikut ini :

  • I wonder
  • Do you know
  • I am not sure
  • I have no idea
  • Can you remember
  • please tell me
Aturan Embedded Question Dalam Bahasa Inggris :
1.Embedded question tersusun denga pola subject mendahului verb atau kata kerja.
Contoh :
  • can you tell me what you like? (dapatkah kamu menceritakan padaku apa yang kamu suka?)
  • I wonder if you could lend me your money (aku terkesan jika kamu dapat meminjamiku uang mu)
  • I want to know if he is full  (aku ingin tau jika dia kenyang)
2.Embedded question diakhiri dengan kata tanya jika berbentuk interrogative dan diakhiri dengan fullstop atau titik jika berupa statement atau pernyataan.
Contoh :

  • do you have reason why we should go now? (apakah kamu punya alasan mengapa kita harus pergi sekarang?)
  • I have no idea why she is angry (aku tidak memiliki ide mengapa dia marah)
  • I have no reason why I miss him (aku tidak punya alasan mengapa aku merindukanya)
3.If dan whether digunakan jika tidak ada question words.
Contoh :

  • Do you know if he loves another girl? (apakah kamu tau jika dia mencintai wanita lain?)
  • do you know whether he can go to German? (apakah kamu tau jika dia bisa pergi ke jerman?)
  • Do you know if I am happy? (apakah kamu tau jika aku bahagia?)
4.Bentuk Contraction tidak digunaka diakhir kalimat.
Contoh :

  • Do you know who he is? (apakah kamu tau siapa dia?)
  • Do you know who she is? (apakah kamu tau siapa dia?)
  • do you know what it is? (apakah kamu tau apa ini?)

"Conditional Centence"

       Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).

4 Tipe Conditional Sentence :

1. Conditional sentence tipe 1 atau first conditional 
  Adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan karena condition-nya realistik untuk dipenuhi.
Rumus Conditional Sentence Tipe 1:
  • Jika if diawal kalimat
    • if + condition, result/consequence, (if+simple present,(will + bare infinitive)/imperative))
  • If di tengah kalimat:
    • result/consequence + if + condition (will + bare infinitive)/imperative + if + simple present))
Notes :
conditional sentence type 1Negatif if + condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Contoh Kalimat Conditional Sentence Tipe 1
Kalimat Positif
  • If I have free time, I will go swimming. (Jika saya punya waktu luang, saya akan pergi berenang.)
  • If the bell rings, I’ll go home.(Jika bel berbunyi, saya akan pulang ke rumah.)
  • If you meet Andy, ask him to call me. [imperative] (Jika kamu bertemu Andy, minta dia menghubungi saya.)
Kalimat Negatif 
  • If you don’t finish your homework, your teacher will be angry.(Jika kamu tidak menyelesaikan pekerjaan rumahmu, gurumu akan marah.
  • If he doesn’t come, I won’t be angry. / Unless he comes, I won’t be angry. (Jika kamu tidak datang, saya tidak akan marah.)
  • If he comes, I won’t be angry. (Jika dia datang, saya tidak akan marah.)
Kalimat Introgative
  •  If they invite you, will you come?(Jika mereka mengundangmu, akankah kamu datang?)
2. Conditional sentence tipe 2 atau second conditional 
  Adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak memiliki atau hanya sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi di masa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen)
Rumus Conditional Sentence Tipe 2 :
  • If di awal kalimat: if + condition, result/consequence (if + simple past, would/could/might + bare infinitive)
  • If di tengah kalimat: result/consequence + if + condition (would/could/might + bare infinitive + if + simple past))
Notes :
Negatif if + condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Were Menggantikan Was
     Pada conditional sentence tipe 2, were digunakan menggantikan was meskipun subjek yang digunakan merupakan 3rd person pronoun (she, he, it) maupun kata benda tunggal. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pengandaiannya benar-benar hanya berupa khayalan semata karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi (present unreal situation).
  • if + condition, result/consequence (if + S + were, would (could/might) + bare infinitive)
Contoh Kalimat Conditional Sentence Tipe 2
Kalimat Positif (+)
  • If it rained tomorrow, I would sleep all day. (Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.) 
  • Fakta:
    • but I don’t have much hope it will rain (tapi saya tidak punya cukup keyakinan bahwa besok akan hujan)
  • If Nisa studied hard, she would pass.(Jika Nisa belajar keras, dia akan lulus.)
  • Fakta:
    • but Nisa doesn’t study hard (tapi Nisa tidak belajar keras.)
  • If I had much money, I would buy a sport car.(Jika saya punya banyak uang, saya akan membeli sebuah mobil sport.)
  • Fakta:
    • but I don’t have much money (tapi saya tidak punya banyak uang)
  • If I were a millionaire, I would donate my money to charity. (Jika saya seorang millionaire, saya akan mendonasikan uang saya untuk amal.)
  • Fakta:
    • but I’m not a millionaire (tapi saya bukan seorang milioner)
Kalimat Negatif (-)
  • If Nisa studied hard, she wouldn’t fail. (Jika Nisa belajar keras, dia tidak akan gagal.)
  • If Nisa didn’t study hard, she would fail. atau Unless Nisa studied hard, she would fail.(Jika Nisa tidak belajar keras, dia akan gagal.)
  • If I were a millionaire, I wouldn’t donate my money to charity.
Kalimat Introgative(?)
  • If Nisa studied hard, would she pass?
  • If you had much money, would you buy a sport car?
  • If you were a millionaire, would you donate my money to charity?
Inverted Word Order pada Conditional Sentence Tipe 2
    Inverted word order berarti verb muncul sebelum subject. Kondisi ini dapat terjadi dengan menghilangkan kata “if” dan menukar posisi subject dan verb. 
Contohnya sebagai berikut :
  • Normal
    • If I (S) were (V) the shopkeeper, I would give you discounts.(Jika saya pemilik toko, saya akan memberimu potongan harga.
  • Inverted
    • Were (V) I (S) the shopkeeper, I would give you discounts.
3. Conditional Sentence Tipe 3
  Conditional sentence tipe 3 atau third conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Rumus Conditional Sentence Tipe 3 :
      conditional sentence type 3Bagian conditional clause (if + condition) menggunakan subordinate conjunction “if” dan past perfect tense, sedangkan bagian main clause (result) menggunakan perfect modal (modal + have + past participle).
  • If di awal kalimat:
    • if + condition, result/consequence
    • if + past perfect, would/should/could/might have + past participle
  • If di tengah kalimat:
    • result/consequence + if + condition (would/should/could/might have + past participle + if + past perfect)
Contoh Kalimat Conditional Sentence Tipe 3
Kalimat Positif :
  • If you had remembered to invite me, I would have attended your party.(Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.)
  • Fakta: 
    • but you didn’t remember (tapi kamu tidak ingat)
  • If I had given the interviewer really good answers, I might have got a higher position than you.(Jika saya memberi jawaban yang benar-benar bagus ke pewawancara, saya mungkin memdapatkan posisi yang lebih tinggi dari kamu.)
  • Fakta:
    • but I didn’t give really good answers (tapi saya tidak memberikan jawaban yang benar-benar bagus)
Kalimat Negatif :
  • If the waitress had been careful, she wouldn’t have broken many plates.(Jika pelayan tersebut hati-hati, dia tidak akan memecahkan banyak piring.)
  • Fakta:
    • but the waitress wasn’t careful (tapi pelayan tersebut tidak hati-hati)
Kalimat Introgative
  • If he had asked you for forgiveness, would you have forgiven him? (Jika dia meminta maaf kepadamu, akankah kamu memaafkannya?)
  • Fakta:
    • but he didn’t ask you for forgiveness (tapi dia tidak meminta maaf).
Inverted Word Order pada Conditional Sentence Tipe 3
      Inverted word order berarti verb muncul sebelum subject. Kondisi ini dapat terjadi dengan menghilangkan kata “if” dan menukar posisi subject dan verb. Contohnya sebagai berikut.
  • Normal 
    • If you (S) had (V) saved your gold in a safety deposit box, it wouldn’t have gone.(Jika kamu telah menyimpan emasmu di safety deposit box, emasmu tidak akan hilang.)
  • Inverted
    • Had (V) you (S) saved your gold in a safety deposit box, it wouldn’t have gone.
4. Zero conditional atau conditional sentence type 0 
      Adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) selalu terwujud karena merupakan scientific fact (kebenaran ilmiah) atau general truth (kebenaran umum) yang merupakan habitual activity (kebiasaan).

Bagian dependent clause (if+clause) dapat diawali oleh kata “if” atau “when“.

  • Rumus zero conditional adalah sebagai berikut :
  • If di awal kalimat:
    • if/when + condition, result/consequence (if/when + simple present, simple present)
  • if di tengah kalimat:
    • result/consequence + if/when + condition (simple present + if/when + simple present)
Contoh Kalimat Zero Conditional :
Kalimat Positif :
  • If I sleep late, I am sleepy at work. [habitual activity] (Jika saya tidur terlambat, saya mengantuk di tempat kerja.)
  • If you dry fruits or vegetables, they lose their nutrient and calorie.(Jika kamu mengeringkan buah atau sayuran, mereka kehilangan nutrisi dan kalori.)
Kalimat Negatif
  • If one doesn’t drink after doing exercise, one gets dehydrated. (Jika orang tidak minum setelah berlatih, orang akan dehidrasi.)
Kalimat Introgative 
  • If we burn paper, does it become ash? (Jika kita membakar kertas, itu menjadi debu?)
"Comparison"

              Degree of comparison adalah salah satu grammar bahasa Inggris yang sering kali digunakan dalam praktik baik tulisan maupun percakapan. 

1. Pengertian Degree of Comparison
     Degree of comparison adalah membandingkan kualitas sifat (adjective) atau kualitas pekerjaan (adverb) dari dua pelaku atau lebih.
 Contoh :
  • Kamu lebih cantik dari pada saya. (Kalimat tersebut membandingkan dua pelaku dari segi kualitas kecantikan wajahnya).
  • Dani berjalan lebih cepat daripada Dono. (Kalimat tersebut membandingkan kualitas pekerjaan (berjalan) dua pelaku dimana Dani lebih cepat (faster) daripada Dono).

2. Macam-Macam Degree of Comparison
    Degree of comparison dalam bahasa Inggris dibagi menjadi 3 jenis tingkatan: Positive, Comparative dan Superlative.

  • Positive 
    • adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang sama.
  • Contoh:
    • Tono walks as fast as Toni (adverb).
    • Tini is as tall as Tina (adjective).
  • Comparative 
    • adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang tidak sama, dimana salah satunya lebih jika dibanding yang lainnya.
  • Contoh:
    • he is taller than me (adjective)
    • Jono plays piano as well as Joni (adverb)
  • Superlative 
    • Digunakan untuk membandingkan seseorang atau sesuatu dengan group atau kelompoknya.
  • Contoh:
    • I am the most handsome in Gembiraloka zoo (adjective)
    • Captain America runs the slowest super hero I ever see (adverb)
3. Peraturan Degree of Comparison
  Penggunaan comparative dan superlative tergantung dari jumlah suku kata adjective-nya (kata sifatnya). e.g: Tall (1 suku kata), Famous (2 suku kata), Beautiful (3 suku kata).
  • 1 suku kata: tinggal nambahi -est/-er di belakangnya.
    • Contoh: I am slimer than you. My father is oldest in my family.
  • 2 suku kata. Ada yang menggunakan more ada yang menggunakan -er untuk comparative. Untuk superlative ada yang menggunakan -est ada yang menggunakan most.
    • Contoh: Tukul more famous than Gogon atau boleh juga Tukul cleverer than Gogon; We are the cleverest/most clever creation of God.
  • 3 atau lebih. Musti wajib bin harus pake Most dan More.
    • Contoh: She is the most beautiful girl in my life.
Pengecualian:
  • Beberapa kata sifat dalam comparative dan superlative akan mengalami pen-double-an huruf terakhir. seperti: big>bigger dan biggest; sad> sadder dan saddest.
  • Kalau kata sifat diakhiri dengan huruf “y”, maka diganti dengan “i”. Seperti: Happy>Happiest dan Happier
Pengecualian alias khusus kata-kata di bawah ini perubahannya adalah sebagai berikut:
  • Bad   > Worse > Worstgambar I am the best untuk penjelasan lengkap tentang degree of comparison dan contoh kalimatnya
    • Good > Better > Best
    • Little > Less   > Least
    • Much > More > Most
4. Contoh dalam Kalimat 
  • Superlative
    • Komodo dragon is the biggest lizard in the world (Komodo adalah kadal terbesar di dunia)
    • For me you are the most beautiful girl I have ever met (Bagiku kamu adalah gadis tercantik yang pernah ku temui).
    • I will do my best to help you (Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu
    • Our company delivers the fastest of your goods (Perusahaan kami mengantar Anda yang paling cepat).
    • You must try the most spiciest condiment in this restaurant (Kamu harus coba sambal yang paling pedas di restoran ini)
  • Comparative
    • Your car is bigger than mine (mobilmu lebih besar dari mobilku)
    • She can dive deeper than me (dia bisa menyelam lebih dalam daripada aku)
    • I am smarter than you (aku lebih pintar daripada kamu 
    • She drives better than me (dia menyetir dengan lebih baik daripada aku)
    • Jack can climb the cliff higher than the others (Jack bisa memanjat tebing itu lebih tinggi daripada yang lain)
  • Positive
    • You cry as loud as my baby (kamu menangis sekeras bayiku).
    • I am not as handsome as my father (aku tidak seganteng ayahku).
    • Your smile is as sweet as mine (senyummu semanis senyumku).
    • She works as hard as her manager (dia bekerja sekeras managernya).
    • Life is not as difficult as you think (hidup itu tidak sesulit yang kamu pikirkan)
Referensi :

  • http://www.kuliahbahasainggris.com/pengertian-aturan-dan-contoh-embedded-questions-dalam-bahasa-inggris/#
  • https://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-conditional-sentences
  • https://inggrisonline.com/penjelasan-lengkap-tentang-degree-of-comparison-superlative-comparative/

Rabu, 11 April 2018



IT FORENSICS




Disusun Oleh  :
1. Angga fachri 
2. Melinda Novianti 
3. Muchlis Rianda 
4. Rossalia ertiwidya


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018

KATA PEGANTAR 
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang tools pada IT Forensics.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
    Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Tools for IT Forensics ini dapat memberikan manfaat terhadap pembaca.
 
                                                                                     
                                                                                                                   Bekasi ,  April 2018


                                                                                                   Penyusun



Download File : PDF




Jumat, 06 April 2018

2nd Assigment

PRESENT PERFECT TENSE
  • Berfungsi :
    1. Menyatakan keegiatan yang sudah dilakukan di masa lampau, tetapi hasilnya masih terasa sampai sekarang.
    2. Menyatakan kegiatan yang sudah dilakukan di masa lampau ,tetapi tidak disebutkn secara spesifik waktu kejadiannya.
    3. Menyatakan situasi yang dimulai di masa lampau, tetapi masih berlanjut sampai sekarang.
  • Pola Kalimat : Predikatnya menggunakan HAVE/HAS + been + V3.
  • Kalimat nominal : Pada kalimat nominal predikatnya menggunakan have/has been.
  • Formula :
(+) Subjek + Have/Has+been + pelengkap
(-) Subjek + Have/Has +not +been + pelengkap
(?) Have/Has + subjek + been + pelengkap ?

  •  Contoh Kalimat :
         1.(+) I have been here for fifteen minutes.
            (-) I have not been here for fifteen minutes.
            (?) Have I been here for fifteen minutes.

        2.(+) You have been a pilot since 1999
           (-) You have not been a pilot since 1999
           (?) Have you been a pilot ince 1999?

       3.(+) He has been in hospital since last night.
          (-) He has not been in hospital since last night
          (?) Has he been in hospital since last night?

  •  Kalimat verbal : Pada kalimat verbal predikatnya menggunakan Have/has+V3
  • Formula :
(+) Subjek + Have/Has+ V3 + objek.
(-) Subjek + Have/Has + not + V3 + objek.
(?)  Have/Has + subjek + V3+objek ?
  • Contoh Kalimat :
       1.(+) I have already had lunch
          (-) I have not had lunch yet
          (?) Have I already had lunch?

      2.(+) You have just met beyonce.
         (-) You have not just met beyonce.
         (?) Have you met beyonce?

      3.(+) Ocha have known each other since we were in london.
         (-) Ocha have not known each other yet.
         (?) have ocha known each other since we were in london.


PRESENT PERFECT CONTINOUSE TENSE

  • Berfungsi :
  1. Menyatakan kegiatan yang dimulai di masa lampau, tetapi masih berlangsung sampai sekarang. Biasanya menyebutkan lamanya durasi kegiatan tersebut.
  2. Menyatakan kegiatan yang dimulai di masa lampau dan baru saja selesai ( hasilnya masih terlihat sekarang).
  • Pola kalimat : Subjek + Have/has been + V1 + ing + Objek.
  • Formula :
(+) Subjek + Have/Has + been + V1 + ing + objek
(-)  Subjek + Have/Has + not + been + V1 + ing + objek
(?) Have/has + subjek + been _ V1+ ing + objek ?

  • Contoh kalimat :
      1.(+) They have been reading comics for an hour.
         (-) They have not been reading comics for an hour. 
         (?) Have they been reading comics for an hour ?

      2.(+) The boys have been playing soccer since 4 o’clock
         (-) The boys  have  not been playing soccer since 4 o’clock
         (?) have the boys been playing soccer since 4 o’clock ?

     3.(+) Ocha has been writing poems all day.
        (-) Ocha has not been writing poems all day.
        (?) Has ocha been writing poems all day.

PAST PERFECT TENSE

  • Berfungsi :
  1. Menekankan lamanya durasi suatu kejadian yang sudah berlangsung sebelum waktu tertentu di masa lampau (untuk kalimat nominal).
  2. Kegiatan / kejadian yang sudah terjadi sebelum waktu tertentu dimasa lampau (untuk kalimat verbal).
  3. Kegiatan yang sudah di lakukan sebelum kegiatan lain terjadi di masa lampau (untuk kalimat verbal).
  • Pola Kalimat :  Pola kaliamtnya dibagi menjadi kalimat nominal dan verbal.
  • Kalimat nominal : menggunakan had+been. Sedangkan kalimat verbal menggunakan had + V3.
  • Pola Kalimat Nominal : S + had + Been + pelengkap + ket.waktu
  •  Formula : 
(+) S + had + been + pelengkap + ket.waktu
(-) S + had + been +not + pelengkap + ket.waktu
(?) Had + S + been + pelengkap + ket.waktu ?

  •  Contoh Kalimat :
          1.(+)  When I met bill, he was twenty six years old. He had been in the dermatory for two                       years.
            (-) When I met bill, he was twenty six years old. He had not been in the dermatory for two                   years.
            (?) When I met bill, he was twenty six years old. Had he been in the dermatory for two years ?

         2.(+) Smith went to china last year. He had been there three times.
            (-)  Smith went to china last year. He had not been there three times.
            (?) Smith went to china last year. Had he been there three times?

        3.(+) When I go home, I gave my relatives some souvenirs. I had been in Austrlia.
           (-) When I go home, I gave my relatives some souvenirs. I had not been in Austrlia.
           (?) When I go home, I gave my relatives some souvenirs. Had I been in Austrlia?

  • Pola Kalimat Verbal : S+had + V3+  Objek + ket.waktu.
  •  Formula :
   (+)S + had + V3 + obj + ket.waktu
(-) S+ had + not + V3 + ket.waktu
(?) Had + S + V3 + ket.waktu 
  •  Contoh Kalimat :
          1.(+) Yesterday I did not go the cafeteria because I was not hungry. I had had breakfast.
             (-) Yesterday I went to the cafeteria because I was hungry. I had not had breakfast.
             (?) Yesterday I went to the cafeteria because I was hungry. had I not had breakfast?
         2.(+) By the time we went home, the rain had stopped.
            (-)  By the time we went home, the rain had not stopped.
            (?) By the time we went home, hadn’t the rain stopped?

         3.(+) You had left when your boyfriend got to the café.
            (-)  You had not left when your boyfriend go to the café.
            (?) Had you left when your boyfriend go to the café ?


PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
  • Berfugsi :
  1. Menekankan lamanya durasi kegiatan yang telah berlangsung  ketika kejadian lain terjadi di masa lampau.
  2. Menyatakan kegiatan atau kejadian yang baru saja selesai dan hasilnya masih terlihat di masa lampau.
  • Pola Kalimat : S+ had + been + V1+ing + obj+ket.waktu.
  •  Formula :
(+) S+ had + been + V1 + ing + Obj + ket.waktu.
(-) S + had + not +been + V1 + ing + obj + ket.waktu
(?)  had + S + been + V1 + ing + ket.waktu

  •  Contoh Kalimat :
           1.(+) My sister had been waiting  for two hours when I finally came.
              (-)  My sister had not  been waiting  for two hours when I finally came.
              (?)  Had My sister been waiting  for two hours when I finally came ?
   
           2.(+) Donald had been smoking for fifteen years when he decided to give it up.
              (-) Donald had not been smoking for fifteen years when he decided to give it up.
             (?) Had Donald been smoking for fifteen years when he decided to give it up?

           3.(+) You had been looking for dog for two weeks when you found it.
              (-)  You had not been looking for dog for two weeks when you found it.
              (?)  Had you been looking for dog for two weeks when you found it.

Referensi : lim Rohimah Kahfiyyah S.Pd , Randi Renggana S.S.  2011 Cepat Mudah Menggunakan 16 Tenses dalam Menulis dan Berbicara Bahasa inggris. Bandung : RuangKata Kawan Pustaka

Senin, 26 Maret 2018

1st Assigment (TENSES)

JENIS-JENIS TENSES :

Referensi 1.

1. Simple Present Tense (waktu sekarang sederhana)
      Menjelaskan peristiwa yang terjadi di waktu sekarang dalam bentuk sederhana atau suatu pekerjaan/perbuatan yang dilakukan berulang ulang, atau kebiasaan sehari hari, atau peristiwa/perbuatan yang tidak ada kaitannya
dengan waktu.

Formula :
  • I,we,you,they INFINITIVE
  • He,she,it INFINITIVE + S
Example :
1. Dipakai untuk menyatakan kegiatan yang biasa dilakukan karna kebiasaan.
  • I go to scholl every day.
  • He usually eats an egg for breakfast
2. Dipakai untuk menyatakan kebenaran umum yang tidak dapat dibantah.
  •  A week has seven days
  • The sun rises in the east.
  • The sun shines by day, and moon by night.
2.Present Continous Tense (waktu berlangsung sekarang)
          Menerangkan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada waktu sekarang.

Formula :
To Be (am,is,are) + Present participle (ING-FORM)

Example :
1. Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung 
  •  They are studying English now .
2. Dipakai untuk menyatakan kegiatan yang bersifat sementara.
  •  She is reading now but she will write soon.
3. Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang dimaksud pada waktu yang akan datang
  •  We are writing again in a few weeks.
3. Simple Past Tense (waktu Lampau sederhana)
      Menerangkan peristiwa yang terjadi, atau tindakan kegiatan, perbuatan / pekerjaan yang dilakukan pada waktu lampau dalam bentuk sederhana dan diketahui pula waktu terjadinya peristiwa  atau pekerjaan yang dilakukan itu.

Formula : 
I,we,you,they, he,she,it + Past tense.

Example :
Dipakai untuk menyatakan kegiatan yang selesai dilakukan pada waktu lampau.
  •  I  saw a good film last night
  • He went to malang last week
  • She came here yesterday
4. Past Continous Tense (waktu berlangsung lampau)
         Menyatakan peristiwa atau perbuatan yang sedang berlangsung pada waktu lampau pada saat peristiwa yang lain terjadi atau perbuatan yang dilakukan.

Formula :
  • I,she,he,it (Was + Present participle)
  • We,you,they (Were + Present Participle)
Example :
Menyatakan perbuatan yang sudah dimulai dan masih berlangsung ketika perbuatan lain menyusul pada waktu lampau.
  •  While I was bathing in the river I heard a fearful cry.
  • When you called me, I was listening to the radio.
  • They were talking about sports when I met them.
  • He was watching  television  all afternoon yesterday. 
Referensi 2.

1.Simple Present Tense.
Berfungsi untuk :
  • Untuk menyetakan kebenaran umum/ fakta (general truth / fact)
  • Kegiatan sehari-hari (habbitual or everyday activities)
  • Untuk menyatakan jadwal / shedule.
Pola Kalimat :

1. Kalimat Nominal
S+ tobe (is,am,are) + pelengkap
(benda,sifat, keterangan, dan kata ganti orang).

2. Kalimat verbal
  • S+ (I,you,we,they) + v1+ O.
  • S+(He,she,it) +v1+(s/es)+O
•Formula (+,-,? Untuk Nominal).
  • Kalimat nominal positif : S + tobe + pelengkap.
  • Kalimat nominal negativ:  S + tobe + not + pelengkap.
  • Kalimat nominal introgativ :Tobe + S + pelengkap.
•Formula (+,-,? Untuk verbal).
  • Kalimat verbal positif : S + verb1 +Obj
  • Kalimat verbal negatif : S + do not + v1 + O
  • Kalimat verbal negative :Do + S +verb1 +Obj.
Contoh kalimat nominal :
1.(+) I am smart 
   (-) I am not smart 
   (?) I am smart ?

2.(+) They are in the classroom.
   (-) They are not in the classroom.
   (?) Are they in the classroom?

3.(+) My mother is nurse
    (-) My mother is not nurse.
    (?) Is my mother a nurse ?

Contoh kalimat verbal :
1.(+) I go to school by bus
   (-) I do not go to shool by bus
   (?) do I go to school by bus

2.(+) We play badminton once a week
   (-) We do not play badminton once a week
   (?) do we play badminton once a week?

3.(+)They work everyday
   (-)They do not work everyday
   (?) Do they work everyday ?

2.  Present Continous Tense.
Digunakan untuk meyatakan :
  • Peristiwa atau kegiatan yang sedang berlangsung pada saat peryataan dikemukakan.
  • Peristiwa / kegiatan yang sedang berlangsung di sekitar waktu peryataan tersebut di kemukakkan.
Formula :
S+ to be (is,am,are) + Ving + Obj.
  • Kalimat positif  : S+to be+ Ving+obj
  • Kalimat negative : S+to be + not + Ving+obj
  • Kalimat introgative : to be + S+Ving+obj. 1.
Example :
1. (+) I am studying english right now
     (-)  I am not  studying english right now.
     (?) Am I  studying studying english right now?

2.(+) We are taking three courses this semester.
   (-) We are not taking three courses this semester.
   (?) Are we taking three courses this semester.

3.(+) It is raining now
   (-) It is not raining now
   (?) is it raining now?

3. Simple Past Tense.
      Digunakan untuk mengungkapkan suatu kegiatan atau keadaaan pada masa lampau.

Pola kalimat :
  • Kalimat nominal : S+was/were + Pelengkap + kata ketereangan waktu.
  • Kalimat verbal :  S+v2+obj+keterangan waktu
Formula 
1. Formula (+,-,?)  untuk Nominal:
  • Kalimat positif : S+was/were+pelengkap + ket.waktu
  • Kalimat negative : S+was/were+ not  + pelengkap + ket.waktu
  • Kalimat introgative :Was/were + S pelengkap + ket.waktu.
2. Formula (+,-,?) untuk verbal :
  • Kalimat Positif : S+v2+obj+ket.waktu
  • Kalimat negative  : S+ did not + v1+obj+ket.waktu
  • Kalimat introgative :Did + S + v1 +obj + ket.waktu
Example :
Kalimat nominal :
1.(+) I was busy last week
   (-) I was not busy last week
   (?) Was I busy last week?

2.(+) He was in bandung yesterday
   (-) he was not in bandung yesterday.
   (?) Was he in bandung yesterday ?

3.(+)She was sick two days ago
   (-) She was not sick two days ago.
   (?) Was she sick two days ago?

Kalimat verbal :
1.(+) I studied english last night
   (-) I did not study english last night
   (?) did I study english last night

2.(+) She cooked rice yesterday morning.
   (-) she did not cook rice yesterday morning.
   (?)did she cook rice yesterday morning.

3.(+) You went to school five minutes ago.
   (-) You did not go to school five minutes ago
   (?) did you go to school five minutes ago?

4. Past Continous Tense.
       Digunakan untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut  :
  • Menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu dimasa lampau.
  • Menyatakan dua kegiatan yang sedang dilakukan pada waktu yang bersamaan dimasa lampau.
  • Menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan ketika kegiatan/peristiwa lain terjadi di masa lampau.
Pola kalimat :

S + was/were + verb-ing +obj +ket.waktu
  • Kalimat positif : S+was/were + verb-ing+obj+ket.waktu
  • Kalimat negative : S+was/were + not+ verb -ing+obj+ket.waktu.
  • Kalimat introgative : Was/were + S + verb ing +obj +ket.waktu
Example :

1.(+) This time last month, I was looking for a job.
   (-) This time last month, I was not looking for a job.
   (?)  This time last month, was  I looking for a job?

2.(+)This time last year, it was snowing.
   (-) This time last year, it was not snowing.
   (?)  This time last year,was it snowing?

3.(+) Justin was cleaning his car at 8.30 this mornig.
   (-) Justin was not cleaning his car at this morning.
   (?)  Was justin not cleaning his car at this morning?

Referensi :
1. Drs.Jhon S Hartanto, Drs. Skoentjoro, Drs.Manaf asmoro Seputro. 2009 Accurate, Brif and  Clear English Grammer. Surabaya : INDAH Surabaya
2. lim Rohimah Kahfiyyah S.Pd , Randi Renggana S.S.  2011 Cepat Mudah Menggunakan 16 Tenses dalam Menulis dan Berbicara Bahasa inggris. Bandung : RuangKata Kawan Pustaka

Minggu, 21 Januari 2018

Audit Teknologi Sistem Informasi pada
 Lingkungan Personal

Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya.

    Audit system informasi merupakan proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta/temuan/evidence untuk menentukan apakah suatu sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

            Audit merupakan proses yang sistematis dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait. Berdasarkan pengertian tersebut, audit system informasi disini tidak hanya menekankan pada judulnya saja yaitu audit system informasi yang berarti mengaudit system informasinya saja namun segala aspek yang berhubungan dengan pemakaian system informasi tersebut pada siklus bisnis sebuah entitas.

            Tujuan audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut. Tujuan audit ini berkaitan dengan komponen dari sistem informasi, dimana tujuan tersebut adalah:
  •  Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data     dari akses yang tidak sah, modifikasi atau penghancuran.
  • Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan       umum dari pihak manajemen
  • Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan dari pihak manajemen
  •  Pemrosesan transaksi, file laporan dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
  • Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
  • File data komputer telah akurat, lengkap dan dijaga kerahasiaannya.
        Personal Information System merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengumpulkan, mengatur, menyimpan, dan mengambil gagasan dan informasi yang berguna bagi individu. Personal information system mendukung terlaksananya fungsi Human Resoursces yang lain, bertanggung jawab terhadap employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, dan pencatatan cuti tahunan.

Objek Garapan :
Manajemen Personalia Pada Perusahaan
  • Aktifitas 
    • Perencanaan SDM
    • Koordinasi SDM
    • Pengendalian SDM
  •  Sistim Informasi
    • Rekruting
    • Pelatihan
    • Kompensasi
  • Fungsi manajemen personalia adalah fungsi yang bersifat desentralisasi
  • Divisi personalia -> Manpower Planning
    •  kebutuhan Tenaga Kerja:
      • Keterampilan
      • Tingkat Pendidikan
      • Pengalaman
  • Eksekutif personalia bertanggung jawab atas pengelolaan berbagai fungsi staf personalia.
  • Rencana tenaga kerja merupakan dasar yang dapat dijadikan basis perencanaan dan pengendalian berbagai kegiatan tenaga kerja serta pendidikan dan pelatihan.
  • Informasi yang dibutuhkan oleh eksekutif puncak personalia :
    • Informasi kuantitatif
      • Jumlah Karyawan dengan perincian tertentu
      • Jam kerja
      • Efisiensi tenaga kerja dll
    • Informasi kualitatif
      • Moral karyawan
      • Motivasi
      • Kemampuan inovasi.
  • Contoh-Contoh Kegiatan Personalia Dalam Berbagai Bidang.
  • Divisi Pendidikan & Pelatihan Kegiatan.
Pengembangan keterampilan karyawanYang perlu diperhatikan :
    •  Perencanaan dan pengaturan program pelatihan
    • Pengembangan bahan-bahan pelatihan Pemilihan peserta, traning, lokasi pelatihan
    • Evaluasi hasil-hasil pelatihan
  • Divisi Tenaga Kerja
    •  Pengembangan spesifikasi tugas, rekruitment karyawan (test & wawancara), pengelolaan arsip pelamar kerja.
    •  Informasi yang dibutuhkan :
      • Informasi Internal (kebutuhan TK)
      • Informasi Eksternal (sumber TK)
  • Divisi Kesejateraan dan Keselamatan Kerja
    • Bertanggungjawab atas kesehatan dan terpenuhinya standar keamanan kerja dalam perusahaan.
    • Kesehatan :
      • Catatan Medis
      • Pengujian fisik
      • Layanan kesehatan, dll.
  • Peran Pimpinan Unit dalam Fungsi Personalia
    • Memotivasi Karyawan
    • Pemberdayaan Karyawan
    • Informasi yang dibutuhkan : produktifitas, motivasi, dan  tingkat absensi yang terjadi.
  • Informasi Untuk Fungsi Personalia
    • Sistem Informasi AkuntansI
    •  Gaji & Upah
  • Jajaran departemen personalia atau sumberdaya manusia.
    • File data Personalia.
  • Dua input penting yang digunakan dalam penyusunan informasi gaji dan upah .
    • Kartu jam kerja pabrik
    • Kartu absensi karyawa
    • Kartu Jam Kerja Pabrik, Adalah kartu yang digunakan untuk mencatat distribusi  jam kerja yang dijalani oleh masing-masing karyawan pabrik.
  • Informasi dari jajaran personalia.
    •  File data personalia : 
      • memuat catatan lengkap mengenai setiap karyawan perusahaan.
      •  Karakteristik fisik karyawan 
      • Informasi gaji dasar
      • Evaluasi kuantitatif dan kualitatif pengalamannya dimasa lalu
      • Keterangan kesehatan dan riwayat medis karyawan
      • Hasil berbagai tes mengenai kemampuan dan sikap dan lain-lainnya.
  • File data  tersebut dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan :
    • Penempatan pada posisi tertentu
    • Kenaikan pangkat dan jabatan
    • Penetapan program pelatihan yang diperlukan
  • Informasi lain yang dikembangkan oleh jajaaran personalia antara lain adalah:
    • Spesifikasi kerja yang merinci program pelatihan dan pengalaman yang diperlukan untuk  menjelaskan setiap pekerjaan dalam organisasi
    • Statistik keamanan dan kecelakaan kerja.
    • Prakiraan kebutuhan tenaga kerja menurut kategori pekerjaan dalam organisasi dan
    • Catatan stastistik mengenai program pelatihan, layanan kesehatan lembaga kredit karyawan serta layanan lainnya untuk karayawan. 


Referensi : 
  • http://adefauzisiregar.blogspot.co.id/2018/
  • http://whosisyourdady.blogspot.co.id/



Audit Teknologi Sistem Informasi pada Lingkungan 
Workgroup/Enterprise Information System
 
          Workgroup Information Systems ialah suatu bentuk sistem yang dalam menjalankan fungsinya terdiri dari beberapa orang yaitu berupa sekelompok tim kecil yang saling berkolaborasi dalam proyek atau aplikasi yang sama, memiliki aturan yang mengatur fungsi grup dan anggotanya serta standarisasi peran untuk setiap anggota dalam organisasi tersebut, Workgroup Information Systems dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari sebuah kelompok kerja. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dari suatu kelompok kerja. Dalam divisi sumber daya manusia, terdapat beberapa workgroup yang bertugas untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas personalia guna menunjang kelancaran suatu produk. Workgroup tersebut akan mengatur dan mengembangkan kemampuan sikap mental SDM yang memiliki potensi serta motivasi yang kuat untuk berprestasi dalam bidangnya di suatu usaha produk.

       Auditor juga harus menggunakan penilaian yang baik dalam menilai risiko sebenarnya yang terkait dengan langkah-langkah ini, berdasarkan lingkungan dan keseluruhan postur keamanan sistem.
1.  Auditing Entity-Level Controls
Karena kontrol tingkat entitas tersebar luas di seluruh organisasi, Jika tidak dipusatkan atau distandarisasi, auditor harus mempertanyakan kemampuan lingkungan TI secara keseluruhan agar terkontrol dengan baik. Apa dan tidak dianggap sebagai kontrol tingkat entitas tidak selalu ditentukan secara konsisten dan akan berbeda menurut organisasi, tergantung pada bagaimana lingkungan TI didefinisikan. Bidang yang merupakan proses tingkat entitas di satu perusahaan tidak harus merupakan proses tingkat entitas di perusahaan lain.
2.    Auditing Data Centers and Disaster Recovery
Pusat data adalah fasilitas yang dirancang untuk menampung sistem kritis organisasi, yang terdiri dari perangkat keras, sistem operasi, dan aplikasi komputer. Aplikasi biasanya digunakan untuk mendukung proses bisnis yang spesifik seperti pemenuhan pesanan, customer relationship management (CRM), dan akuntansi. Pusat data menggabungkan beberapa jenis kontrol berbasis fasilitas, yang biasa disebut keamanan fisik dan pengendalian lingkungan, termasuk sistem kontrol akses fasilitas, sistem alarm, dan sistem pemadaman kebakaran. Sistem ini dirancang untuk mencegah intrusi yang tidak sah, mendeteksi masalah sebelum menyebabkan kerusakan, dan mencegah penyebaran api.
3.    Auditing Routers, Switches and Firewalls
Jaringan memungkinkan host untuk berkomunikasi menggunakan perangkat keras khusus yang dioptimalkan untuk mengirimkan data dari satu host ke host lainnya. Pada dasarnya, perangkat keras adalah komputer yang menjalankan sistem operasi yang dirancang untuk memindahkan data. Perangkat jaringan seperti router, switch, dan firewall memiliki komponen dasar yang akan Anda temukan di server biasa Anda, kecuali perangkat yang sangat disesuaikan. Perangkat ini berisi prosesor khusus dengan petunjuk tertanam yang dirancang untuk memproses pergerakan data secara cepat dan efisien. Mereka juga memiliki memori, sistem operasi, dan sarana untuk mengkonfigurasi perangkat.
4.    Auditing Windows Operating Systems
Banyak komponen seputar sistem operasi yang harus diperhatikan dalam ulasan lengkap. Misalnya, perhatikan bahaya yang kurang terpelihara atau aplikasi yang dikonfigurasi Semakin banyak aplikasi yang Anda tambahkan ke platform, semakin banyak area masalah potensial yang Anda miliki sebagai auditor saat Anda meningkatkan area permukaan serangan Anda. Selain itu, perangkat keras, penyimpanan, dan jaringan mempengaruhi kinerja dan perlindungan sistem operasi. Akhirnya, kontrol dan pengelolaan lingkungan sekitar mempengaruhi dukungan, risiko, kepatuhan, dan keselarasan bisnis server.
5.    Auditing Unix and Linux Operating Systems
File system bisa dianggap sebagai tree, dan basis setiap tree adalah root. Jadi direktori root, yang ditunjuk adalah trunk dari cabang direktori lain. Setiap sistem Unix memiliki direktori root, tapi Anda akan menemukan beberapa varian dalam apa yang Anda lihat dari sana. File dan directory permissions dapat dipisahkan menjadi user, group, dan world permissions. Dengan kata lain, setiap file dan direktori memiliki hak akses yang ditetapkan untuk user file, untuk group yang terkait dengan file tersebut, dan untuk orang lain (sering disebut "world" atau "other"). Masing-masing entitas ini dapat diberikan akses baca (read), tulis(write), dan eksekusi (execute). Baik file dan direktori memiliki set izin sendiri.
6.    Auditing Web Servers and Web Applications
Audit web yang lengkap benar-benar merupakan audit terhadap tiga komponen utama, termasuk sistem operasi server, server web, dan aplikasi web. Komponen tambahan seperti database pendukung atau infrastruktur jaringan yang relevan mungkin juga sesuai untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari audit Anda. Komponen pertama yang kami diskusikan adalah platform atau sistem operasi yang mendasari server dan aplikasi web yang terpasang dan beroperasi. Selanjutnya adalah web server itu sendiri, seperti Internet Information Services (IIS) atau Apache, yang digunakan untuk meng-host aplikasi web. Selanjutnya, meliput audit aplikasi web. Aplikasi web mencakup kerangka kerja pengembangan terkait seperti ASP.NET, Java, Python, atau PHP dan sistem pengelolaan konten yang sesuai (CMS) seperti Drupal, Joomla, atau WordPress.

7.    Auditing Databases
Untuk mengaudit database secara efektif, Anda memerlukan pemahaman dasar tentang bagaimana sebuah database bekerja. Anda perlu memahami serangkaian komponen yang luas untuk mengaudit database dengan benar. Pada awal tahun 1990an, aplikasi ditulis menggunakan model client-server, yangterdiri dari program desktop yang menghubungkan melalui jaringan langsung ke database backend. Ini disebut sebagai aplikasi two-tier. Pada akhir 1990-an, aplikasi three-tiered menjadi norma. Model baru ini terdiri dari browser web yang terhubung ke aplikasi web tingkat menengah. Tingkat menengah kemudian dihubungkan dengan database backend. Aplikasi three-tiered merupakan langkah maju yang bagus. Ini berarti bahwa perangkat lunak khusus tidak perlu diinstal pada setiap workstation klien, dan pembaruan perangkat lunak dapat diterapkan ke server pusat. Klien bisa menjalankan sistem operasi yang mendukung browser dasar. Selain itu, dalam model three-tiered, mengamankan database jauh lebih sederhana. Tentu saja, infrastruktur yang dibutuhkan oleh database untuk mendukung aplikasi two-tier masih ada di database backend untuk aplikasi three-tiered. Bahaya sekarang ada bahwa penyerang akan menghindari aplikasi web untuk menyerang database backend.
8.    Auditing Storage
Penyimpanan memperluas batas lingkungan komputasi untuk memungkinkan data dibagi antarapengguna dan aplikasi. Platform penyimpanan telah berkembang dengan sangat efisien sehingga server dapat menggunakan lingkungan penyimpanan, berbeda dengan penyimpanan asli ke server dan bentuk penyimpanan langsung lainnya, untuk kebutuhan penyimpanan utama mereka. Lingkungan penyimpanan terus berkembang, karena teknologi dan platform penyimpanan tradisional digabungkan menjadi satu kesatuan yang mengelola data file dan data aplikasi dalam unit yang sama. Protokol smart switch yang mampu memindahkan data pada kecepatan terik telah merusak kemacetan untuk mengkonsolidasikan lingkungan, yang pada gilirannya memungkinkan perampingan pusat data. Tambahkan ke teknologi ini seperti deduplikasi data, virtualisasi penyimpanan, dan solid state drive, dan mudah untuk melihat mengapa administrator penyimpanan yang baik diminati.
Objek Garapan : 
Perusahaan Bina sahaja (nama samaran)

1. Profil Perusahaan
PT. xxx (nama disamarkan)
Adalah Perusahaan Swasta yang bergerak di bidang teknologi informasi yang  menaungi sebuah start up bernama xxx (nama disamarkan), sebagai startup yang berjalan di bidang regulatory technology (regtech) di Indonesia, yaitu sebuah aplikasi digital produk hukum

2.Sistem Operasi
  •  Sistem operasi yang digunakan pada komputer perusahaan adalah macOS High Sierra dan Windows 10 Pro
  • Sistem operasi yang digunakan perusahaan merupakan sistem operasi original yang memiliki lisensi resmi
3. Jaringan
  • Sudah ada resource sharing  
  • Open server  
  • Media transmisi wireless dan kabel
  • Menggunakan jasa ISP Smartfren Telecom
4. Keamanan Sistem
Lapisan keamanan sistem web perusahaan :
  •  OAUTH 2.0 
    • OAuth2 adalah kepanjangan dari open authorization dimana OAuth2 banyak digunakan dikalangan developer sebagai proses authorization sebuah aplikasi. Dengan menggunakan protokol ini, maka aplikasi pihak ketiga dapat mengakses data dari aplikasi dibangun.
  • AES 
    • Advanced Encryption Standard (AES) merupakan algoritma cryptographic yang dapat digunakan untuk mengamakan data. Algoritma AES adalah blok chipertext simetrik yang dapat mengenkripsi (encipher) dan dekripsi (decipher) informasi. Enkripsi merubah data yang tidak dapat lagi dibaca disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adalah merubah ciphertext data menjadi bentuk semula yang kita kenal sebagaiplaintext. Algoritma AES is mengunkan kunci kriptografi 128, 192, dan 256 bits untuk mengenkrip dan dekrip data pada blok 128 bits.
  •  SSL
    • SSL atau Secure Socket Layer,adalah protokol keamanan yang digunakan pada hampir semua transaksi aman pada internet. SSL mengubah suatu protokol transport seperti TCP menjadi sebuah saluran komunikasi aman yang cocok untuk transaksi yang sensitif seperti Paypal, Internet Banking, dan lain-lain.
5.      Web_Server
Pada perusahaan rutin dilakukan maintenance dan backup data pada bagian web server.Pada perusahaan ini, web server dibangun dengan beberapa bahasa pemograman yaitu:
  • AJAX
    • Merupakan singkatan dari “Asynchronous Javascript and XML”. Secara sederhana, AJAX memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan kode program pada server melalui Javascript. Melalui AJAX, kita dapat memanggil kode pada server melalui URL tertentu, dan menerima data / pesan hasil eksekusi oleh server. Pada awal pengembangan, server mengembalikan data dalam format XML (‘X’ pada AJAX). Pada prakteknya, server dapat mengembalikan data apapun, selaam kode klien mengetahui format yang diberikan. Bahkan pada perkembangan selanjutnya, format JSON menjadi lebih populer dibandingkan XML.
  • VERT.X
    • Eclipse Vert.x adalah framework aplikasi berbasis poliglot yang berjalan pada Java Virtual Machine. Lingkungan yang serupa ditulis dalam bahasa pemrograman lain termasuk Node.js untuk JavaScript, Twisted for Python, Lingkungan Objek Perl untuk Perl, libevent untuk C, reactPHP dan amphp untuk PHP dan EventMachine untuk Ruby.
  • JAVA
    • Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek dan program java tersusun dari bagian yang disebut kelas. Kelas terdiri atas metode-metode yang melakukan pekerjaan dan mengembalikan informasi setelah melakukan tugasnya.
Referensi :

  • http://adefauzisiregar.blogspot.co.id/2018/01/audit-teknologi-sistem-informasi-pada.html
  • http://whosisyourdady.blogspot.co.id/